BUMDes BERDIKARI MANDIRI KEMANTRENREJO KEMBANGKAN PETERNAKAN AYAM PETELUR

  • May 01, 2026
  • Saman Hisyam
  • berita

BUMDes Berdikari Mandiri Kemantrenrejo Kembangkan Peternakan Ayam Petelur

Kemantrenrejo, Rejoso, Pasuruan – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdikari Mandiri Desa Kemantrenrejo terus berinovasi mengembangkan unit usaha produktif. Salah satunya melalui peternakan ayam petelur yang dikelola langsung oleh BUMDes, Jum'at 01 Mei 2026.

Ketua BUMDes Berdikari Mandiri, Imam Ma’ruf, menjelaskan saat ini kandang yang berlokasi di Dusun Pejambon tersebut berisi 350 ekor ayam petelur jenis layer. “Alhamdulillah dari 350 ekor ayam, setiap hari kami bisa panen telur rata-rata 7 kg atau sekitar 112 butir per hari,Masih belom maksimal hasilnya,di sebabkan Ayamnya  masih Tembeyan istilah orang jawa atau masih belom produktif ujarnya."
Ayam yang baru memasuki masa bertelur disebut pullet. Pullet adalah ayam betina muda (sekitar umur 15-22 minggu) yang mendekati masa produktif atau baru mulai bertelur ,

Usaha peternakan ini mulai dirintis sejak Februari 2026 dengan modal penyertaan dari Dana Desa. Tujuannya selain meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar yang dilibatkan dalam perawatan kandang, pemberian pakan, dan distribusi telur.

Imam Ma’ruf menambahkan, pemasaran telur hasil peternakan BUMDes saat ini menyasar warung, toko kelontong, dan warga Desa Kemantrenrejo serta desa tetangga. “Harga kita buat lebih murah dari harga pasar, tapi kualitas tetap terjaga. Telurnya fresh karena langsung dari kandang,” katanya.

Kepala Desa Kemantrenrejo Samsul Hadi mengapresiasi langkah BUMDes Berdikari Mandiri. “Ini bukti BUMDes jalan. Tidak hanya simpan pinjam, tapi punya unit usaha riil. Ke depan kita dorong tambah populasi ayam agar produksi naik dan PADes juga ikut naik,” tutur Kades.

Pengelola kandang, Lek im. “Perawatannya rutin. Pakan, vitamin, dan kebersihan kandang kita jaga. Kalau ayam sehat, telurnya juga banyak,” ungkapnya.

BUMDes Berdikari Mandiri menargetkan pada akhir 2026 bisa menambah populasi menjadi 500 ekor agar mampu memenuhi kebutuhan telur di wilayah Kecamatan Rejoso.